IKLAN 160X600
IKLAN 160X600
banner 650x700
banner 650x700
banner 650x700
AdvetorialKota PaluLaporan Utama

Wagub Sulteng Ajak Viralkan Slogan Dua Anak Lebih Sehat

3
×

Wagub Sulteng Ajak Viralkan Slogan Dua Anak Lebih Sehat

Sebarkan artikel ini
banner 900x810
banner 900x810
banner 900x810

Antasena (deadlinews.co) – Palu – Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes berharap slogan “Dua Anak Lebih Sehat” makin kuat bergema di masyarakat sebagai langkah memperkuat kesadaran keluarga berencana demi terwujudnya generasi Sulawesi Tengah berkualitas.

“Dua anak lebih sehat dan lebih baik. Berencana itu keren,” ucap Wakil Gubernur Reny dalam sambutan saat membuka Rakorda Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026, di Hotel Gransya, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, penerapan prinsip dua anak lebih sehat dalam keluarga dapat memberikan ruang bagi keluarga untuk lebih optimal dalam memenuhi kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan gizi anak.

Dengan begitu, peluang anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting diyakininya akan semakin besar.

Lebih lanjut dalam konteks pencegahan stunting, Wagub Reny meminta pengintegrasian dua instrumen pengukuran yakni SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) dan e-PPGBM (elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) guna mendapat gambaran penanganan stunting yang komprehensif.

Terutama Wagub menyoroti pentingnya e-PPGBM untuk pencatatan data anak di Posyandy/Puskesmas sehingga membantu pemantauan kasus stunting secara bulanan.

Dengan langkah ini, ia optimis intervensi program akan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selanjutnya, dalam penilaian kasus anak stunting, urai wagub, tidak seharusnya hanya bertumpu pada indikator tinggi badan anak sebab harus pula didukung indikator lain seperti berat badan anak di bawah ideal, respon motorik yang lemah, kemampuan kosentrasi yang kurang hingga imunitas yang lemah sehingga anak rentan sakit.

“Melihat stunting bukan hanya dari faktor tinggi badan tapi juga dari faktor-faktor lain,” tegasnya mengingatkan.

Selain itu, wagub juga memandang pentingnya pendekatan kunjungan ke rumah sasaran intervensi stunting yang sudah terdata dalam e-PPGBM namun mereka jarang datang ke Posyandu/Puskesmas.

Langkah tersebut harus dilakukan supaya proses pemantauan dan pencatatan bulanan tidak terhambat serta memastikan program intervensi stunting tidak berhenti.

Di bagian lain dari sambutan, Wagub Reny mengapresiasi dan mendukung program-program unggulan BKKBN Perwakilan Sulteng yang sejalan dengan program pemerintah provinsi melalui Berani Sehat dan Berani Cerdas.

Diantaranya program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) sebagai kolaborasi lintas sektor dalam menanggulangi angka stunting.

“Saya harap Kepala OPD ikut Genting,” ajaknya mendorong partisipasi kepala perangkat daerah menjadi orangtua asuh mencegah stunting.

Pada kesempatan yang sama, ikut dilakukan penandatanganan MoU pelaksanaan program Bangga Kencana antara BKKBN Perwakilan Sulteng dengan sejumlah mitra kerja sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi pembangunan keluarga berkualitas.

Hadir di pembukaan Rakorda secara daring, Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Dr. Wahidin, M.Kes.

Sementara pejabat lainnya nampak Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah Tenny Calvenny Soriton, S.Sos, M.M, Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, drg. Herry Mulyadi, M.Kes, Forkompimda, Perwakilan Organisasi Masyarakat, Organisasi Profesi Kesehatan, dan Mitra Kerja.***

 

(Ro Adpim Setdaprov Sulteng)

IKLAN 600X200
IKLAN 160X600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner 700x900
banner 731x900
banner 810x900
banner 810x900
banner 810x900
banner 810x900
IKLAN 600X200